Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan

Firmware Test Android Froyo Untuk Samsung Galaxy S

Posted by Tommy Wahyu Utomo on 01.34
Firmware Test Android Froyo Untuk Samsung Galaxy S


Firmware Android Froyo untuk Samsung Galaxy S dilaporkan muncul melalui samsung-firmware. Meski resmi dikembangkan oleh Samsung, namun firmware Froyo untuk Galaxy S ini belum merupakan rilis final

Ini juga berarti Firmware tersebut masih dalam taraf uji coba dan masih memiliki beberapa kelemahan. Sejauh ini telah dilaporkan sejumlah kelemahan Test Firmware Android Froyo untuk Galaxy S tersebut.

Kelemahan yang telah dilaporkan diantaranya : koneksi internet yang tiba-tiba berhenti, belum ada dukungan Flash serta belum bekerjanya Lock Info Screen dan Wireless Location.

Satu hal lagi yang perlu anda perhatikan jika ingin mencobanya, Firmware Android Froyo yang ditampilkan samsung-firmware tersebut ditujukan untuk ponsel Samsung Galaxy S yang dijual di Eropa.


Review : Android 2.1 on s60v5

Posted by Tommy Wahyu Utomo on 01.30
http://alpriandi.files.wordpress.com/2010/03/android_sym1.jpg

Review : all about Samsung Galaxy S

Posted by Tommy Wahyu Utomo on 01.16
Galaxy S merupakan ponsel Android yang telah menggunakan Android 2.1 OS (Eclair). Layaknya ponsel Samsung lainnya, ia pun menggunakan teknologi User Interface (UI) sendiri yang disebut TouchWiz 3.0.

Dalam TouchWiz terbaru ini, transisi lebih terasa smooth dari versi sebelumnya. Sayangnya tampilannya terkesan meniru iPhone. Baik untuk ikon-ikon dalam menu ataupun saat menu digeser ke kanan dan ke kiri.

Jika dibandingkan HTC dengan Sense UI-nya, TouchWiz sedikit kalah. Alhasil Galaxy S masih kalah indah dibanding tampilan menu khas HTC tersebut. Untungnya berbekal prosesor 1 Ghz-nya, ponsel ini sanggup menampilkan live wallpaper dengan mulus.

Pada tampilan muka, Glaxay S memiliki tujuh halaman, yang bisa dikustomisasi. Pengguna bisa mengatur sesuka hati widget-widget favorit mereka. Secara default, pada halaman muka ponsel ini sudah ada aplikasi finansial dari Yahoo, ramalan cuaca dari AccuWeather, serta facebook dan twitter. Jika ingin aplikasi lainnya, pengguna cukup mencainya di Android market.

tampilan HP Samsung Galaxy S

Apa gunanya tampilan Super AMOLED jika tak mampu menampilkan video beresolusi HD (720p)? Jadinya sebuah ponsel super "nanggung", yang membuat fansnya beralih ke produk lain.

Namun hal itu tak terjadi pada Samsung Galaxy S ini. Ponsel Android ini mampu menampilkan kualitas video 720p secara halus. Jika sebelumnya ponsel Samsung, seperti Jet telah mampu menampilkan file dengan codec DivX atau Xvid, begitu juga dengan ponsel ini.

Selain DivX atau XVid ponsel ini bisa memainkan beberapa jenis codec seperti berikut: MPEG4, H.263, H.264, WMV, RV, dan MKV. Menurut detikINET, hal ini tergolong lengkap dibanding iPhone 3GS yang hanya mampu memainkan MP4, H.264, dan H.263, ataupun Motorola Milestone dengan MP4, H.264, H.263, dan WMV9. iPhone 3GS juga kalah dalam hal perekaman video karena hanya mampu menampilkan resolusi 640x480.

Dengan ini pengguna bakal mampu memainkan file-file HD 720p secara langsung cukup 'kopas' dari PC masing-masing. Bahkan, ponsel ini mampu memainkan file video berjenis MKV, yang biasanya ada pada DVD. Asyik bukan? sebuah DVD player yang bisa dimasukan ke saku.

Berbicara soal video, sebaiknya pengguna memakai headset/earphone saat menyaksikan sebuah video pada Galaxy S. Mengapa, karena saat ponsel dimaksimalkan speakernya, suara yang keluar sedikit pecah. Tampaknya Galaxy S tak dibekali speaker yang mumpuni.

Masih terkait soal audio, pemutar musik yang ada pada ponsel ini menurut detikINET lebih baik dari beberapa ponsel Android lainnya. Terutama untuk setting preset equalizernya. Tampilannya menarik dan pengoperasianya tergolong tidak ribet. Sama seperti seri Eclair lain, saat memutar musik, pengguna cukup mengontrolnya dari halaman muka, cukup dengan menarik menu ke bawah.

performa handphone Samsung Galaxy S

Performa Web Browsing Serta Sentuhan
Berselancar di internet menggunakan Galaxy S merupakan keasyikan tersendiri. Berbekal layar bening serta font besar, ponsel ini cocok digunakan bagi semua umur, terutama pengguna yang memiliki permasalahan dengan ponsel berfont kecil.

Saat melakukan pinch to zoom, gestur Galaxy S menurut detikINET hampir sama baiknya dengan iPhone, walau tak ada yang mampu menyaingi gesturnya. Soal pengetikan pun sepertinya tak ada masalah karena ponsel ini telah dilengkapi layar kapasitif. Pengguna berjari besar pun bisa mengetik dengan akurat.

Hal itu masih diperkuat lagi dengan adanya fitur SWYPE besutan Samsung. Saat ingin menulis pesan, pengguna bisa memilih QWERTY, handwritings, atau modus SMS klasik dengan T9. Gunakan ponsel dalam keadaan tegak, maka kenyamanan ber sms menggunakan satu tangan dapat dirasakan. Gunakan ponsel dalam keadaan horizontal, saat ingin berkirim email misalnya.

Kunci dari kenyamanan browsing dan sentuhan layar pada Galaxy S adalah teknologi Super AMOLED-nya. Jika dibanding teknologi AMOLED, Super AMOLED jelas lebih nyaman dan responsif. Mengapa?

Karena dalam teknologi AMOLED terdapat dua lapisan kaca di atas display yang ditengahnya terletak sensor sentuhan. Nah, antara kedua lapisan tersebut terdapat jarak yang membuat sentuhan kurang responsif.

Hal ini lain dengan Super AMOLED, dimana sensor sentuhan terletak langsung di atas display, dan ditutup hanya satu lapis kaca. Inilah yang membuat Super AMOLED lebih responsif. Ditambah lagi Galaxy S mengusung jenis layar kapasitif.

Kamera dan Ketahaan Baterai
Salah satu hal yang disayangkan pada ponsel ini adalah tidak adanya lampu flash pada kamera. Alhasil Galaxy S nampak buruk saat digunakan mengambil objek pada kondisi pencahayaan kurang, karena hasilnya sedikit grainy (berbintik).

Namun lain halnya saat ponsel ini digunakan di luar ruangan. Foto yang tercapture terasa lebih bening dalam layar Super AMOLED. Begitu juga saat digunakan untuk merekam video dengan resolusi 720p. Sangat smooth :)

Samsung Galaxy S merupakan ponsel yang memiliki daya baterai sebesar 1500 mAh. Saat dijajal detikINET, ponsel ini mampu bertahan sekitar 9 jam saat digunakan seharian dalam kondisi WiFi terus menyala untuk melakukan browsing, push mail, memutar beberapa jenis musik, dan menyalakan GPS. Masih sama seperti Android lainnya, rata-rata untuk pemakaian normal (YM terus menyala), ponsel ini kuat bertahan selama sehari.

Samsung sendiri mengklaim pemakaian baterai dalam modus 3G adalah 390 menit (kondisi standby 570 jam). Sementara untuk modus 2G, Galaxy S diklaim tahan selama 822 menit (680 jam).

WOW AMAZZE : " iPhone 4 anda tidak mendapat sinyal? Tukarkan dengan Galaxy S. GRATIS! "

Posted by Tommy Wahyu Utomo on 01.08





Sepertinya Samsung Inggris menerapkan strategi "silent killer" untuk menghantam Apple iPhone 4. Setelah membuat iklan yang "lucu" untuk menyindir iPhone 4 diberbagai media surat kabar, kini mereka memberi kesempatan bagi pengguna iPhone 4 di Inggris yang tidak puas karena mengalami masalah pada penerimaan sinyal mereka untuk menukarnya dengan Samsung Galaxy S. GRATIS!



Kita tunggu saja bagaimana reaksi Steve Jobs yang mungkin sudah kebakaran jenggot untuk menanggapi strategi Samsung yang "diam-diam menghanyutkan"...

Pre-Order Indosat Wiigo dibuka

Posted by Tommy Wahyu Utomo on 01.03
Bagi yang tertarik dengan paket Android on-demand dari Indosat dan Wiigo, Anda dapat membuka http://www.indosat.com/wiigo/ untuk pre-order. Anda dapat melihat spesifikasi lengkap dalam gambar terlampir dengan harga khusus sebesar Rp1,4 juta.



Skema Android on-demand sangat mirip dengan BlackBerry, yaitu dapat dinikmati pelanggan melalui 3 jenis paket: paket push email dan chating dengan tarif Rp40 ribu per bulan. Lalu paket social networking dan chatting dengan biaya Rp60 ribu per bulan. Terakhir paket regular untuk push email, chatting, social networking, dan browsing Rp120 ribu perbulan.

Sony Ericsson XPERIA X8, Yendo dan Cedar resmi diumumkan

Posted by Tommy Wahyu Utomo on 01.00
Sony Ericsson XPERIA X8


- Layar: 3.0 inchi TFT Capacitive Touchscreen HVGA (320x480 piksel) 16juta warna, anti gores
- Kamera: 3.2 MP, Geotagging, Video Recording
- Bluetooth A2DP
- Timescape UI
- Dataviz RoadSync
- GPS, AGPS, Google Maps, Wisepilot
- 3.5mm audio jack
- Konektivitas: microUSB, Wi-Fi
- Android Market
- Baterai: 1200 mAh
- Memori: Internal 128MB, Eksternal microSD up to 16GB (2GB dalam paket penjualan)
- Ukuran: 99 x 54 x 15 mm
- Berat: 104 gram
- OS: Android 1.6
- CPU: 600MHz
- Jaringan: UMTS/HSPA 900/2100 Mhz, GSM/EDGE 850/900/1800/1900 Mhz
- Rilis: Q3 2010
- Harga: €259 (sekitar 2,87 juta rupiah)






Sony Ericsson Yendo



- Layar 2.6 inchi TFT
- Four Corner UI
- Kamera 2 MP
- Jaringan GSM/EDGE
- Memori: Internal 5MB, Eksternal microSD
- 3.5mm audio jack
- Walkman Player
- PlayNow, Track ID
- Radio FM
- Rilis: Q3 2010
- Harga: €99 (sekitar 1 juta rupiah)






Sony Ericsson Cedar


- Layar 2.2 inchi TFT
- Jaringan UMTS/HSDPA
- Kamera 2 MP, Perekaman Video VGA @30fps
- Radio FM
- 3.5mm audio jack
- Widget Manager
- Rilis: Q3 2010






Apa itu Android ?

Posted by Tommy Wahyu Utomo on 05.11
Android-2.0.png
Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.

Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.

Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

Sejarah

Kerjasama dengan Android Inc.

Pada Juli 2000, Google bekerjasama dengan Android Inc., perusahaan yang berada di Palo Alto, California Amerika Serikat. Para pendiri Android Inc. bekerja pada Google, di antaranya Andy Rubi, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. Saat itu banyak yang menganggap fungsi Android Inc. hanyalah sebagai perangkat lunak pada telepon seluler. Sejak saat itu muncul rumor bahwa Google hendak memasuki pasar telepon seluler. Di perusahaan Google, tim yang dipimpin Rubin bertugas mengembangkan program perangkat seluler yang didukung oleh kernel Linux. Hal ini menunjukkan indikasi bahwa Google sedang bersiap menghadapi persaingan dalam pasar telepon seluler.

2007-2008: Produk awal

Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010).

Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat mobile yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru.

Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android